Image
0

UPDATES

Di balik konten keren yang berseliweran di media sosial, iklan-iklan kece yang muncul, dan campaign yang bikin viral, ada banyak peran penting yang wajib dilakukan oleh setiap pekerja di digital marketing agency, lho! Setiap hal yang kita lihat itu bukan hanya sekadar hasil kreativitas, tapi juga kerja keras dan kolaborasi dari tim yang solid.

Mungkin kamu sering denger tentang digital marketing agency, tapi belum tahu gimana detail cara kerjanya, kan? Di artikel ini, kita bakal bahas delapan posisi kunci yang biasanya ada di digital marketing agency.

Masing-masing posisi ini memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda, tapi semuanya saling mendukung untuk mencapai tujuan yang sama: membantu klien mencapai kesuksesan di dunia digital. Dari yang berfokus pada strategi, sampai yang berkutat dengan konten, setiap posisi punya tantangan dan peluangnya sendiri.

Kalau kamu pengen berkarier di dunia agency, pastikan kamu simak artikelnya sampai selesai, ya! Disclaimer dulu, job desc tiap posisi bisa beda-beda tergantung agency-nya, jadi ini gambaran umumnya aja. Let’s go!

1. Account Executive (AE)

AE ini bisa dibilang jembatan antara client dan tim di agency. Tugasnya? Jadi mediator, dengerin semua keluhan client, nyampein brief, sampai pastiin semua campaign berjalan sesuai plan. 

AE di digital agency harus punya kemampuan komunikasi yang kuat, soalnya mereka harus nge-manage ekspektasi client dan juga tim internal, dan tentunya kemampuan di bidang digital marketing juga pastinya. Mereka juga yang memastikan kalau project selesai sesuai deadline dan budget yang udah ditetapkan. Tertarik?

2. Social Media Specialist

Nah, kalau yang satu ini pasti udah nggak asing lagi, kan? Social Media Specialist ini yang bertanggung jawab buat semua konten yang muncul di platform media sosial brand. Dari bikin konten plan, nge-post, sampe ngeliatin hasil performa konten pake data analytics. 

Mereka harus ngerti banget apa yang lagi trending, gimana cara engage audience, dan pastinya paham karakter tiap platform sosial media. Intinya, mereka yang bikin akun brand tetap eksis dan interaktif! Challenging banget, kan?

3. SEO Specialist

SEO Specialist tugasnya agak di balik layar, tapi nggak kalah penting! Mereka yang bikin website brand muncul di halaman pertama mesin pencari seperti Google. Caranya? Dengan optimasi SEO (Search Engine Optimization) kayak ngeriset keyword, ngebenerin struktur website, sampai bikin strategi content yang ramah SEO. 

Tujuannya adalah meningkatkan traffic organik, alias pengunjung yang datang tanpa iklan. Kalau website kamu nongkrong di halaman pertama Google, ini kerja kerasnya SEO Specialist juga, lho!

4. PPC Specialist

Kalau SEO Specialist fokus ke traffic organik, PPC Specialist ini mengurus traffic berbayar. PPC (Pay-Per-Click) Specialist yang bikin dan memonitor iklan online seperti Google Ads, Facebook Ads, sampai Instagram Ads. 

Mereka bikin strategi untuk dapetin hasil maksimal dari budget iklan yang dikasih client. Pekerjaan mereka melibatkan banyak data, analisis performa iklan, dan penyesuaian target biar iklan lebih efektif.

5. Digital Marketing Specialist

Jadi, Digital Marketing Specialist tuh kayak jagoan di dunia maya gitu. Mereka yang mikirin gimana caranya biar produk atau brand bisa terkenal dan laris manis di internet. Kerjanya sih macem-macem, mulai dari bikin strategi komunikasi biar pesan bisa nyampe ke target pasar, ngatur strategi medsos biar makin rame dan kece, sampai ngejalanin iklan-iklan online yang bikin orang tertarik. Pokoknya, mereka ini jagonya deh dalam hal naikin pamor dan penjualan lewat internet.

6. Content Writer/Copywriter

Konten yang kamu baca di website atau media sosial, biasanya ditulis oleh Content Writer atau Copywriter. Bedanya? Content Writer fokus ke konten yang lebih panjang dan mendalam seperti artikel atau blog, sedangkan Copywriter bikin teks singkat yang lebih “jualan,” seperti slogan, tagline, atau teks iklan. 

Tugas mereka nggak cuma nulis, tapi juga memastikan konten sesuai dengan SEO (untuk Content Writer) dan menarik perhatian audiens (untuk Copywriter). Jadi, selain punya kemampuan nulis, mereka juga harus kreatif dan paham cara menyampaikan pesan brand secara tepat.

7. Graphic Designer

Di balik visual yang kece, ada Graphic Designer yang bikin desain-desain keren itu. Mereka bertugas menciptakan visual yang nggak cuma estetik, tapi juga sesuai dengan branding dan pesan yang mau disampaikan.

Desain grafis penting banget dalam marketing, karena orang cenderung lebih mudah tertarik sama sesuatu yang eye-catching. Dari media sosial, banner, sampai desain website, semua ada campur tangan Graphic Designer. Super cocok untuk kamu yang suka nge-design, nih!

8. Web Developer

Mereka adalah otak di balik tampilan dan performa website, lho! Web developer bakal ngoding, bikin desain yang menarik, dan memastikan website klien berjalan mulus tanpa error. 

Mereka juga mengoptimalkan website biar loadingnya cepet dan nggak bikin pengunjung kabur. Buat kamu yang doyan belajar coding, posisi ini direkomendasikan untukmu, lho!

So, Apa Sih Pentingnya Digital Agency Services?

Di era digital kayak sekarang, brand harus punya online presence yang kuat biar bisa bertahan dan berkembang. Digital marketing agency bantu brand buat menjangkau audiens yang lebih luas dengan cara yang efisien. Mulai dari mengatur strategi konten, ngejalanin kampanye iklan, sampai optimasi website buat SEO, semua tugas itu di-handle oleh agency.

Dan yang nggak kalah penting, digital agency juga memberikan panduan buat brand yang mungkin masih bingung gimana cara memanfaatkan platform digital secara maksimal. Jadi, kerja sama dengan digital agency bukan cuma soal ngejalanin iklan, tapi juga membangun strategi pemasaran digital yang efektif!

Itulah dia 8 posisi di digital marketing agency yang wajib kamu ketahui. Ternyata, di balik suksesnya campaign digital, ada banyak banget tim yang terlibat, ya! Jadi, kalau kamu pengen kerja di digital marketing agency, pastikan kamu paham peran masing-masing posisi ini. Siapa tahu, salah satunya cocok buat kamu! Next, kulik pembahasan tentang apa lagi, ya?