by
Diyyah

Di dunia digital marketing, bikin campaign yang sukses bukan cuma soal iklan keren atau desain menarik. Semua butuh strategi yang matang dan eksekusi yang tepat. Tapi meski banyak agensi yang ngerti soal best practices, kesalahan umum tetap aja sering kejadian dan bikin campaign jadi gagal maksimal.
Menurut data dari HubSpot, sekitar 63% marketer mengaku belum punya strategi yang jelas dalam campaign digital mereka, yang berakibat pada anggaran yang boros dan hasil kurang optimal, deh.
Nah, biar gak terjebak dalam kesalahan-kesalahan yang sama, yuk kita bahas 7 kesalahan fatal dalam ad digital marketing agency yang wajib kamu hindari!
Kesalahan paling dasar tapi juga yang paling fatal: salah target audiens! Iklan jadi gak nyambung dan akhirnya cuma menghabiskan budget tanpa hasil nyata. Kebanyakan brand gagal di tahap ini karena kurang mendalami karakteristik audiens.
Mulai sekarang, coba riset audiens secara matang-matang. Cari tahu siapa mereka, apa minat mereka, dan di platform mana mereka aktif. Anyway, kamu bisa gunakan tools seperti Google Analytics atau Facebook Audience Insights buat ngecek demografi audiens yang sesuai, ya!
Apa yang kamu harapkan dari audiens setelah mereka melihat iklan? Kalau CTA (Call to Action) gak jelas, mereka pasti bingung harus bertindak apa setelah melihat konten kamu. Banyak agensi bikin iklan yang bagus secara visual tapi gak ngarahin audiens untuk bertindak, misalnya, “belanja sekarang,” “cari tahu lebih lanjut,” atau “subscribe di sini.”
Jadi, selalu pastikan CTA di iklan kamu menonjol dan menggiring audiens ke langkah berikutnya. Setiap campaign harus punya tujuan spesifik, so, jangan lupa tambahin CTA yang kuat dan sesuai dengan tujuan campaign tersebut.
Kadang saking pengennya hasil besar, agensi bisa aja jor-joran pakai budget tanpa evaluasi yang jelas. Sayangnya, over-spending kayak gini sering kali cuma buang-buang uang kalau gak ada evaluasi Return on Investment (ROI).
Pastikan sebelum menambah budget, lihat dulu performa iklan dan lakukan evaluasi secara berkala. Gunakan metric seperti CPC (Cost per Click) atau CPA (Cost per Acquisition) untuk cek apakah iklan berjalan efektif dan menguntungkan. Good luck!
Mengandalkan satu channel iklan doang adalah kesalahan besar, karena tiap platform punya kelebihan dan target yang berbeda. Misalnya, cuma fokus di Instagram ads tanpa mencoba platform lain kayak Facebook atau Google bisa bikin kamu kehilangan banyak potensi audience.
Salah satu cara untuk menghindari kesalahan ini adalah dengan membuat strategi multi-channel. Gunakan beberapa platform dan lihat mana yang performanya paling baik buat bisnismu. Jangan lupa, sesuaikan konten dengan karakteristik masing-masing channel biar lebih engaging.
Hayo, siapa yang masih sering melakukan kesalahan ini? Data adalah fondasi dari digital marketing, lho! Banyak agensi gagal mengambil insight dari data yang udah tersedia. Padahal, dengan mengabaikan data, mereka kehilangan peluang buat optimasi campaign yang lebih baik.
Nah, mulai sekarang biasakan untuk analisis data dari campaign sebelumnya sebelum bikin strategi baru. Dengan menganalisa performa dan pola dari campaign sebelumnya, kamu bisa lebih paham mana strategi yang berhasil dan mana yang perlu ditingkatkan.
Kata-kata dalam iklan kamu harus memancing perhatian audiens dan bikin mereka tertarik buat lanjut baca atau klik iklan. Sayangnya, banyak agensi bikin copy yang terlalu formal atau malah gak relevan sama audiensnya.
Kamu bisa membuat copywriting yang sesuai dengan bahasa audiensmu. Gunakan bahasa yang relatable, friendly, atau bahkan gaul kalau audiensnya Gen Z. Jangan takut main-main dengan bahasa selama masih cocok sama brand voice dan target audiences-mu.
The last but not least, terkadang agensi terlalu pede dengan satu jenis iklan tanpa ngetes variasi lain. Padahal, A/B testing adalah cara efektif buat tahu mana elemen iklan yang paling efektif, lho!
Cara menghindarinya, jangan lupa untuk melakukan A/B testing pada elemen-elemen penting seperti headline, visual, CTA, atau bahkan tone copy. Dengan begitu, kamu bisa optimasi elemen yang memang terbukti lebih engaging dan punya performa terbaik.
Dalam digital marketing, menghindari kesalahan itu sama pentingnya dengan menyusun strategi. Hindari kesalahan-kesalahan umum di atas supaya campaign iklan kamu gak cuma keren, tapi juga efektif dan hasilnya sesuai ekspektasi.
Dengan tips ini, kamu bisa lebih aware sama strategi yang lebih efektif dan ngasih hasil maksimal buat bisnismu. Yuk, hindari kesalahan-kesalahan di atas dan buat iklan digital kamu makin nge-hits dan impactful!